AMAN JAYA Jajaki Kerja Sama RPL dengan BP2TL Jakarta, Perkuat Akses Pendidikan dan Kompetensi Pelaut Indonesia
Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya (AMAN JAYA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemajuan pendidikan maritim Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi dan penjajakan kerja sama ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Direktur AMAN JAYA, Samiyono, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., bersama jajaran. ( 09/10/26).
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala BP2TL, Capt. Dedy Kurniadi, M.M. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk menjajaki peluang kolaborasi, khususnya dalam pengembangan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai jalur pendidikan yang mengakomodasi capaian pembelajaran dan pengalaman profesional para pelaut.
BP2TL Jakarta merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Perhubungan yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. Melalui berbagai program pelatihan kepelautan, peningkatan kompetensi, pemutakhiran keterampilan, dan sertifikasi profesi, BP2TL turut mendukung pengembangan sumber daya manusia maritim yang profesional dan kompeten.
Dalam pertemuan tersebut, program RPL menjadi salah satu fokus pembahasan. Program ini memberikan kesempatan kepada individu untuk memperoleh pengakuan akademik atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, pengalaman kerja, maupun sertifikasi profesi yang relevan. Melalui proses asesmen sesuai ketentuan, pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari pemenuhan capaian pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi.
Bagi pelaut yang telah memiliki pengalaman berlayar selama bertahun-tahun, RPL berpotensi menjadi jembatan untuk melanjutkan pendidikan formal sekaligus meningkatkan kualifikasi akademik. Hal ini semakin relevan di tengah perkembangan regulasi dan kebutuhan industri yang menuntut keselarasan antara pengalaman profesional, pendidikan akademik, dan kompetensi kepelautan.
Bagi AMAN JAYA, penjajakan kerja sama ini bukan sekadar upaya memperluas jejaring kelembagaan, melainkan bagian dari strategi menghadirkan pendidikan maritim yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan industri. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan kepelautan diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang pengembangan kompetensi bagi para pelaut Indonesia.
Direktur AMAN JAYA, Samiyono, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa institusi pendidikan maritim harus mampu membaca perubahan zaman dan mengambil peran aktif dalam menyiapkan solusi bagi tantangan industri kemaritiman. Menurutnya, perguruan tinggi maritim tidak cukup hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga harus hadir sebagai mitra strategis bagi para pelaut, industri pelayaran, dan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem kemaritiman nasional.
“AMAN JAYA siap mengambil peran lebih besar dalam mendorong kemajuan pendidikan maritim Indonesia. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, terutama dalam membuka akses pendidikan yang relevan bagi para pelaut yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi di lapangan.
Melalui penjajakan kerja sama dengan BP2TL, kami berharap dapat membangun sinergi yang konkret, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia maritim,” ungkap Direktur.
Ia juga berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan industri kemaritiman.
“Kami memiliki semangat dan kesiapan untuk menjadi yang terdepan dalam mendorong transformasi pendidikan maritim Indonesia. AMAN JAYA berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membangun kolaborasi dengan berbagai institusi strategis.
Harapan kami, langkah ini dapat menjadikan AMAN JAYA sebagai salah satu motor penggerak kemajuan pendidikan maritim nasional, sekaligus berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Kunjungan ke BP2TL Jakarta ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan institusi pelatihan kepelautan dalam menjawab tantangan pengembangan sumber daya manusia maritim.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara pendidikan akademik, kompetensi profesional, dan kebutuhan industri pelayaran. Ke depan, AMAN JAYA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan, mengembangkan inovasi pendidikan, serta membuka peluang peningkatan kualifikasi bagi sumber daya manusia maritim Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, AMAN JAYA optimistis dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan maritim yang berkualitas, memperkuat daya saing pelaut Indonesia, dan mendorong kemajuan industri kemaritiman nasional. ( Humas AMAN JAYA)