Taruna/Taruni Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya (Aman Jaya) program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan (KPNK) mengunjungi KSO Terminal Petikemas Koja, pada hari Rabu (12/07/2023) mulai pukul 13.30 WIB.

Adapun kunjungan dari Taruna/i tersebut adalah dalam rangka pembelajaran bagi mereka terutama untuk menambah wawasan terutama seputar kepelabuhanan dan praktiknya di KSO Terminal Petikemas Koja, sehingga para taruna/i program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan Aman Jaya tidak hanya mendapat pemahaman secara teoritis saja.

Acara diawali dari adanya pertemuan antara pihak Aman Jaya, tim dari bagian Humas Sekretaris Perusahaan KSO Terminal Petikemas Koja, serta pihak dari HSSE KSO Terminal Petikemas Koja.

Setelah pemaparan company profile dan safety induction yang ada di KSO Terminal Petikemas Koja, pendamping Taruna/i dari AMAN Jaya yaitu Bapak Dr. Agung Kwartama dan Ibu Sumiyatiningsih menyampaikan rasa terima kasih kepada KSO Terminal Petikemas Koja oleh karena sudah diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan belajar tersebut.

 

Kemudian, Taruna/i Aman Jaya tersebut berkesempatan untuk langsung mengunjungi lapangan, dermaga, dan control room KSO Terminal Petikemas Koja. Mereka tampak antusias dalam mengikuti kegiatan kunjungan lapangan.

Kegiatan pendalaman materi ke sentra-sentra bisnis Angkatan Laut akan menjadi agenda prioritas yang akan dilaksanakan  oleh pihak Aman Jaya untuk bisa menjalin  hubungan sinergi yang saling menguntungkan, terutama dalam mencari solusi yang cepat dan tepat  dalam menghadapi persaingan bisnis, baik di dalam dan luar negeri, dan muaranya ada jaminan  jasa angkutan laut di Indonesia menjadi lebih baik lagi dalam semua aspek.

Terutama lagi buat Aman Jaya yang sebagai institusi Pendidikan dibawah Yayasan Nala, TNI AL dengan Pembina  Bapak KSAL. Laksamana Dr. Muhammad Ali, SE.MM dan Direktur Bapak Kol. (TNI). Purn. Samiyono, SE.M.Si ini bertambah wawasannya para taruna/i, serta mengetahui secara update perkembangan  dan tantangan atau hambatan yang ada, dan kemudian muncul inovasi atau pengembangan dari kedua belah pihak, demi kemajuan transportasi laut di Indonesia dan menjadi lebih baik seperti ditekankan di atas. ( Humas Aman Jaya)