Akademi Maritim Suaka Bahari (AKMI) Cirebon melakukan kunjungan studi banding ke Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya (AMAN JAYA) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas jejaring kerja sama internasional.

Rombongan AKMI Cirebon dipimpin langsung oleh Direktur AKMI Cirebon, Bambang Irawan, S.T., M.M.Tr., M.Mar.E., didampingi para Wakil Direktur, jajaran staf, dan pamong. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Direktur AMAN JAYA beserta pimpinan dan sivitas akademika. ( 24/7/2026)

Dalam pertemuan tersebut, AKMI Cirebon menyampaikan keinginannya untuk mempelajari berbagai keberhasilan yang telah dicapai AMAN JAYA. Beberapa di antaranya adalah keberhasilan meningkatkan status kelembagaan hingga membuka Program Sarjana Terapan (D4), memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi maritim dunia, serta memperoleh hibah teknologi simulator dari mitra internasional seperti Korea Maritime and Ocean University (KMOU) dan SafeTech Research (STR) Korea Selatan.

Direktur AKMI Cirebon, Bambang Irawan, mengatakan bahwa transformasi yang dilakukan AMAN JAYA menjadi inspirasi bagi AKMI dalam mengembangkan pendidikan maritim yang semakin adaptif terhadap kebutuhan industri global.

“Kami datang untuk belajar dari praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan AMAN JAYA. Semoga pengalaman dan inovasi yang telah dicapai dapat menjadi referensi bagi AKMI dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan, serta daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur AMAN JAYA, Samiyono, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa kemajuan pendidikan maritim Indonesia harus dibangun melalui kolaborasi antarlembaga, bukan kompetisi semata.

“AMAN JAYA membuka pintu selebar-lebarnya untuk berbagi pengalaman dan menjalin sinergi. Harapan kami, seluruh perguruan tinggi maritim di Indonesia dapat tumbuh bersama sehingga mampu mencetak sumber daya manusia maritim yang unggul dan berdaya saing global,” ungkapnya.

Selain berdiskusi mengenai pengembangan kelembagaan, kedua institusi juga bertukar pengalaman mengenai penguatan kurikulum berbasis standar internasional STCW, pengembangan laboratorium dan simulator, peningkatan kualitas dosen, digitalisasi pembelajaran, hingga strategi membangun kemitraan dengan industri pelayaran nasional maupun internasional.

Sebagai salah satu akademi maritim yang telah berdiri sejak 1987, AKMI Cirebon dikenal sebagai institusi pendidikan maritim yang telah melahirkan lebih dari 3.000 alumni yang bekerja di berbagai perusahaan pelayaran nasional dan internasional. Saat ini AKMI juga terus bertransformasi setelah bergabung dengan PT Samudera Indonesia Tbk, sekaligus membangun laboratorium simulator baru untuk program studi Nautika dan Teknika.

Di sisi lain, AMAN JAYA terus menunjukkan perkembangan pesat melalui peningkatan kualitas akademik, pengembangan Program Sarjana Terapan (D4), kerja sama internasional dengan berbagai institusi maritim, serta pemanfaatan simulator berstandar internasional guna meningkatkan kompetensi taruna sesuai kebutuhan industri maritim global.

Melalui studi banding ini, kedua institusi berharap dapat mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas lulusan. Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat internasional. ( Humas AMAN JAYA )